Gerakan Pada Isu Anak Seharunya Menjalankan Semangat Perubahan, Bukan Berlandaskan Rasa Kasihan

2 thoughts on “Gerakan Pada Isu Anak Seharunya Menjalankan Semangat Perubahan, Bukan Berlandaskan Rasa Kasihan”

  1. Konon saat ini sudah mulai diarahkan untuk mengaktifkan siswa di sekolahan bos Bagus…
    Kurikulum 2013 sebelum dikembalikan lagi ke yang lama itu menuntut siswa belajar aktif. Praktisnya adalah mereka disuruh menelusur bahan sendiri dan melakukan presentasi. Nah kalau mau di lihat secara ideal nya siswa dituntut menjadi sangat aktif mengendalikan ruang kelas agar mereka tambah berdaya.
    Hanya saja kita kembali pada diskursus guru-guru yang tidak paham dengan hal ini, hanya satu dua guru di antara seribu guru yang ‘ngeh’ soal idealnya. Boro-boro ideal, praktisnya saja banyak sekali yang ga paham dan masih menggunakan cara lama mereka waktu sekolah dulu, CBSA (Catat Buku Sampai Akhir)!. (ini semua terlepas dari dukungan fasilitas dan sarana sekolah ya..)
    Memang destruktif benar pola pendidikan di era orde baru yang menghancurkan tata pemikiran kita semua, baiknya memang ada cuma mudaratnya lebih banyak. Jadi memang kalau mau power is knowledge, lha kalau mau merubah power ya harus dirubah knowledge nya dulu…
    salam,
    AsU

    Liked by 1 person

  2. Bung Serdadu AsU.. sekarang ini, mau tak mau, ruang2 itulah yang harus diciptakan. Upaya menciptakan knowledge yang memberdayakan itu harus dibentuk dalam semesta Indonesia ini. Menyerahkan seutuhnya pada kabinet Kerja dengan kurikulum 2013 nya itu rasanya kok berat. Semangat sekolah sudah berubah warna. Paling2 hasilnya hanya disuruh kerja. Sekolah2 alternatif yang bermunculan sekarang ini, hampir tak lebih juga mencetak pekerja, hanya tingkatnya saja yg beda. Kabinet Kerja Jokowi terlalu dini untuk bermimpi, me-revolusi mental orang2 Indonesia. Dia sibuk dengan dunia2 konsumtif. Dan tak lebih membuat jargon2 yang elegan. Pola perubahan melalui sekolah saja tentu sebuah pekerjaan minimalis untuk situasi sekarang ini. Harus berbarengan dari segala penjuru. Bukan hanya anak saja! Semua yang akan berinteraksi dengan anak harus mendapat infrmasi setara, guru, orangtua, masyarakat dll. …

    Salam / Bagus

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s